Profil

Prof. Dr. Masykuri Abdillah lahir pada 22 Desember 1958 di Weleri, Kendal, Jawa Tengah. Setelah tamat sekolah dasar (SD) di tempat kelahirannya, ia melanjutkan pendidikannya di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pondok Pesantren Mranggen, Demak (selesai 1973) , dan Madrasah Aliyah Tebu Ireng, Jombang (selesai 1976). Ia memperoleh gelar Sarjana Muda dari Fakultas Syari'ah Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an (PTIQ) Jakarta (1981) dan memperoleh gelar Sarjana Lengkap dari Fakultas Syari'ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah Jakarta (1985). Kemudian tahun 1995, ia berhasil meraih gelar doktor dalam bidang Islamic Studies (Islamwissenschaft) pada jurusan Sejarah dan Kebudayaan Timur Tengah, Universitas Hamburg,  Jerman dengan disertasi berjudul Response of Indonesian Muslim Intellectual to the Concept of Democracy (1966-1993), yang telah diterbitkan oleh Abera Verlag, Hamburg, Jerman (1996 dan 1997). Pada 1998 ia mengikuti Post-Doctoral Program di Universitas Bonn, Jerman; dan pada 2002 di Boston University, Amerika Serikat. Di samping itu pada 2006 ia  mengikuti Fulbrights Visiting Specialist Program (pengajar tamu) di Worcaster College, Massachusset, Amerika Serikat.   
 

Sejak 1996 ia mulai aktif mengajar di Fakultas Syari'ah, IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan menjadi ketua  jurusan Muamalah/Ekonomi Islam, Fakultas Syari'ah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1997-1998). Kemudian pada periode 2000-2003 ia mendapatkan amanat menjadi Pembantu Rektor IV (Bidang Kerjasama antar-Lembaga), dan pada 2003-2007 menjadi Pembantu Rektor I (Bidang Akademik) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, di samping Direktur Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) UIN Jakarta (1999-2009). Pada 2006-2010 ia menjadi Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), dan pada 2008-2009 ia menjadi Sekretaris Bidang Kehidupan Beragama, Dewan Pertimbangan Presiden RI, yang kemudian pada 2009-2014 berubah nama menjadi Bidang Hubungan antar-Agama.  

Saat ini ia adlaah direktur Sekolah Pascasarjana (SPs) dan Guru Besar pada Fakultas Syari'ah dan Hukum, UIN Syarif Hidaytullah Jakarta. Seiring dengan tugasnya sebagai akademisi, ia banyak diundang menjadi pembicara dalam berbagai diskusi, seminar dan workshop, baik di dalam maupun di luar negeri. Sejak mahasiswa pada akhir 1970-an, ia sudah mulai menulis artikel di media massa, kemudian setelah menyelesaikan program S-3, ia tetap menulis artikel di berbagai media massa  (seperti Kompas, Republika, Gatra, Media Indonesia, dan Seputar Indonesia), serta jurnal dan antologi. Tulisan-tulisannya berfokus pada kajian Islam, terutama terkait dengan politik, hukum, pendidikan dan isu-isu kontemporer.

Di antara makalah-makalahnya yang disampaikan di forum internasional: Revised Policy of the New Order Government Toward Islam and its Impact on the Status of Islamic Law (Singapura, 1996), Islamic Legal Thought and Practice in Contemporary Indonesia (Taipe, Taiwan, 1997), Indonesia Muslim INtellectual in the 1999 Elections (Leiden, Belanda, 1999), Cultural and Non-Media Massage of America: The Case of Indonesia (Washington, 2002), The Development of Islamic Law in Contemporary Indonesia (Canberra, 2004), Andunisia Bila>d al-Sya>m  (Damaskus, 2004), Discourses on the Implementation of Islamic Law in Contemporary Muslim State (Islamabad, 2005), Islam and Human Right: Managing Diversity in the Case of Indonesia (Kuala Lumpur, 2006), The Implemetation of Shari'ah in a Democratic Muslim Country: Indonesian Experience (London, 2006), Ways of Constitution-Building in Muslim Countries: The Case of Indonesia (Berlin, 2007), Islamic Education Reform in Indonesia (London, 2008), The Dynamic of Interfaith Relations in the Plural Society: The Role of Religious Leaders in Indonesia (Beirut, 2008), The Role of Religius Values in Developing Global (Kazakhstan, 2009), Islam and Democracy in Indonesia (Sydney, 2010), The role of Education in Helping Communities to Manage Diversity (Doha, Qatar, 2011), Religious Education in Indonesia (Ljubljan, Slovenia, 2012), Islam in the Modern Indonesian State (Hamburg, Jerman, 2013), Religious Radicalism and Poverty: The Role of Zakat in Poverty Reduction in Indonesia (Washington, Amerika Serikat, 2014), Actualization of Indonesian State Philosophy in the Context of Modern Democratic State (Isparta, Turkey, 2015), dan Islamic Theological Education in Countering Violence and Extremism (Brussel, Belgia, 2016).

Ia kini tinggal di Ciputat, Tangerang Selatan, bersama keluarganya, yakni istri, Dra. Wiwik Misfiati dan ketiga anaknya: Nabila Amalia, SH (lahir 1993), Ana Adiba (lahir 1997), dan Alvin Faisal (lahir 2001). Email: masykuriabdillah@yahoo.com, masykuriabdillah@uinjkt.co.id

Comments