Materi Kuliah

Epistemologi Fiqh Siysah (Politik Islam)

1. Dalam fiqh siyasah, “politik Islam” (al-siyâsah al-Islâmiyyah atau al-siyâsah al-syari’iyyah) diartikan sebagai tindakan mengatur negara sesuai dengan ajaran Islam, yang berorientasi kepada kemaslahatan warga, meski tak ada dalil secara eksplisit dalam al-Quran atau Sunnah tentang tindakan ini. Dalam bahasa Ibn ‘Aqil:

السياسة ما كان فعلا يكون معه الناس أقرب إلى الصلاح ، وأبعد عن الفساد ، وإن لم يضعه الرسول صلى الله عليه وسلم ، ولا نزل به وحي.

2. Sedangkan ‘ilm al-siyâsah al-syari’iyyah (disebut juga al-fiqh al-siyasi) didefiniskan oleh Abdul Wahhab Khallaf:

فعلم السياسة الشرعية علم يبحث فيما عما تدبر به شئون الدولة الإسلامية من القوانين والنظم التي تتفق وأصول الإسلام، وإن لم يقم على كل تدبير دليل خاص.

3. Pada saat pertumbuhan ilmu-ilmu Islam, ilmu khusus tentang politik Islam ini belum muncul. Ia masih terintegrasi dengan fiqh, dan sebagian dengan aqidah (ilmu kalam).

4. Politik Islam bersumber dari al-Quran, Hadits serta rasio dan praktik kenegaraan yang terjadi baik pada masa Nabi dan al-Khulafa al-Rasyidun. Ijtihad bidang ini juga menggunakan metodologi ijtihad secara umum.

5. Perumusan dan pembukuan secara sistematis tentang ilmu ini baru muncul pada masa khalifah al-Mu'tashim (218-228 H atau 833-842 M), dengan munculnya buku Sulûk al-Mâlik fî Tadbîr al-Mamâlik (Prilaku Raja dalam Pengaturan Kerajaan-Kerajan) oleh Ibn Abu Rabi' (w. 227 H atau 842 M).

6. Al-Mawardi (364-450 H / 975-1058 M) memberi nama bukunya al-Ahkâm al-Sulthâniyyah atas permintaan khalifah al-Qadir (381-423 H / 991-1031 M). Ibnu Taimiyyah (661-728 H) memberi nama bukunya Al-Siyâsah al-Syarî’ah fî Ishlâh al-Ra’iyyah.

7. Pada abad ke-20 ini muncul istilah-istilah keilmuan:  ilm al-siyâsah al-syarî’ah , al-fikr al-siyâsî al-Islâmî (Islamic political thought), nadhariyyât al-siyâsah al-Islâmiyyah (Islamic political theories).

8. Karena politik ini lebih banyak terkait dengan aktivitas mukallaf (af’al al-mukallifîn), maka ia disebut al-fiqh al-siyâsî (fiqh politik), al-fiqh al-dustûrî (constitutional law), atau fiqh al-dawlah (hukum ketatanegaraan).

9. Ada yang menggunakan istilah sistem: nizham al-siyasah al-Islamiyyah (Islamic political system). Ada juga yang menyebutkan cukup dengan al-dawlah al-Islamiyyah (Islamic state) atau al-hukûmah al-Islâmiyyah (Islamic government), dan ada juga yang menggunakan istilah ilmu politik Islam (Islamic political knowlege).
SelectionFile type iconFile nameDescriptionSizeRevisionTimeUser
Ċ
Tampilkan Download
  101k v. 1 2 Jul 2016 01.03 Masykuri Abdillah
Ċ
Tampilkan Download
Manfaat Blog Dosen & Pengaruhnya bagi Webometrics  115k v. 1 10 Feb 2016 03.11 Masykuri Abdillah
Comments